Harga tanah di DKI Jakarta terus melambung. Para pengembang properti kesulitan mencari tanah yang murah di DKI Jakarta. Alhasil, investor properti melirik wilayah Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) untuk membangun proyek properti, baik rumah tapak ataupun apartemen.
"Harga tanah naiknya banyak dan mahal sekali untuk satu meter persegi di Jakarta. Banyak pengembang sekarang melirik wilayah Bodetabek bangun unit hunian di sana," ungkap Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) Rudy Margono kepada detikFinance saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/8/2013).
Rudy menuturkan, saat ini harga tanah di DKI Jakarta terbagi menjadi 3 jenis, yaitu tanah di dekat jalan raya, jalan utama, dan jalan lingkungan. Harganya berkisar Rp 3 juta hingga Rp 15 juta/m2, sehingga para pengembang hanya bisa membangun unit apartemen atau rusun di Jakarta.
"Harga tanah itu ada beberapa kategori di Jakarta mulai yang dekat jalan raya, jalan utama, dan lingkungan. Harga yang dekat jalan raya itu Rp 15 juta/m2, jalan utama Rp 6 juta/m2, jalan lingkungan itu Rp 3 juta/m2. Jadi saya melihat ini akan tetap tinggi tanah di Jakarta. Harga tanah mahal kita hanya bisa bangun vertical house bukan landed house," tuturnya.
Selain harganya mahal, izin dan proses pembebasan lahan di Jakarta cukup sulit bila dibandingkan dengan wilayah Botabek.
"izinnya itu juga susah. Prosesnya juga terlalu panjang. Bodetabek tujuan kita karena kalau di sana harganya lebih murah dan prosesnya lebih simpel," cetusnya.
Beberapa properti unggulan di Jakarta masih dapat diperoleh dengan penawaran terbaik dari broker properti terbaik, SBI Sunter."Harga tanah naiknya banyak dan mahal sekali untuk satu meter persegi di Jakarta. Banyak pengembang sekarang melirik wilayah Bodetabek bangun unit hunian di sana," ungkap Ketua Umum DPD Real Estate Indonesia (REI) Rudy Margono kepada detikFinance saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (24/8/2013).
Rudy menuturkan, saat ini harga tanah di DKI Jakarta terbagi menjadi 3 jenis, yaitu tanah di dekat jalan raya, jalan utama, dan jalan lingkungan. Harganya berkisar Rp 3 juta hingga Rp 15 juta/m2, sehingga para pengembang hanya bisa membangun unit apartemen atau rusun di Jakarta.
"Harga tanah itu ada beberapa kategori di Jakarta mulai yang dekat jalan raya, jalan utama, dan lingkungan. Harga yang dekat jalan raya itu Rp 15 juta/m2, jalan utama Rp 6 juta/m2, jalan lingkungan itu Rp 3 juta/m2. Jadi saya melihat ini akan tetap tinggi tanah di Jakarta. Harga tanah mahal kita hanya bisa bangun vertical house bukan landed house," tuturnya.
Selain harganya mahal, izin dan proses pembebasan lahan di Jakarta cukup sulit bila dibandingkan dengan wilayah Botabek.
"izinnya itu juga susah. Prosesnya juga terlalu panjang. Bodetabek tujuan kita karena kalau di sana harganya lebih murah dan prosesnya lebih simpel," cetusnya.
Green Pramuka City, One Tower, Jakarta Garden City, Bliss Park - Batam, The Green Hill - Depok, Central Permata – Ancol, Altira Business Park, 1Park Avenue, Bintaro Icon, Klender Regency, The Alana - Sentul City, Sentul Tower Apartment
Tidak ada komentar:
Posting Komentar